Bek Persib, Abanda Herman Akhirnya Jadikan Islam sebagai Agamanya

 Abanda Herman yang bergabung ke Persija pada Desember 2005 memang salah satu pemain yang loyal berbaju tim Macan Kemayoran (julukan untuk Persija). Meskipun sempat bermasalah pada saat proses transfernya dari Persatuan Sepakbola Makassar ke Persija, namun akhirnya semua masalah itu pun bisa diatasi dengan bantuan mediasi dari BLI dan PSSI.

Abanda Herman merupakan Defender yang kokoh dan sangat diandalkan bagi Persija pada Liga Super Indonesia, dengan duet bersama Baihakki Khaizan pemain asal Singapura maupun dengan pemain lokal seperti Leonard Tupamahu. Ia juga salah satu Defender yang bisa diandalkan dalam mencetak gol lewat sundulan kepalanya dan sering membuahkan gol lewat service Free Kick maupun Corner Kick.

Pada musim 2010-2011 ia bergabung dengan Persema Malang, namun hanya setengah musim saja. Setelah itu ia memutuskan untuk melanjutkan karir bersama Persib Bandung hingga kini. Dan di Liga Super Indonesia musim 2012-2013, ia merupakan pemain asing satu-satunya yang dipertahankan oleh manajemen Persib Bandung.

Masuk Islam


Abanda Herman (lahir di Yaounde, Kamerun, 20 Februari 1984; umur 29 tahun) adalah pemain sepak bola asal Kamerun. Saat ini ia bermain untuk tim peserta Liga Super Indonesia yaitu Persib Bandung dan berposisi sebagai Pemain belakang. Pemain yang memiliki tinggi 192 cm ini memang salah satu pilar sentral yang tak tergantikan di jantung pertahanan.
Bek Persib Bandung, Abanda Herman, memutuskan untuk menjadi muallaf. Disaksikan manajer Persib, Umuh Muchtar, dan pelatih Djadjang Nurdjaman serta sejumlah rekan setim, Abanda mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai syarat masuk Islam di Mesjid Nurul Iman, Bandung, Kamis sore.

Dengan dibimbing oleh Ustadz Jujun Junaedi, suasana penuh spiritual cukup terasa kala Abanda mengucapkan dua kalimat syahadat sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah menjadi muallaf, dia pun kini menyandang nama Ahmad Abanda Herman.

Usai mengucapkan kalimat yang menjadi tanda kepercayaan Abanda terhadap ajaran Islam, bek yang pernah membela PSM Makasar dan Persija Jakarta tersebut mengaku lega, bahagia dan terharu. Tak lain karena niatnya menjadi seorang muslim telah terwujud.

"Sebenarnya ini sudah terpikirkan sejak 3 tahun lalu. Butuh pertimbangan yang sangat matang. Tapi, kini saya merasa bahagia dan bangga karena sudah menjadi seorang muslim dan bisa menjalankan ibadah shalat setiap hari," jelas Abanda.

Abanda menyebut rencana memeluk Islam itu sudah dikomunikasikan dengan orangtua maupun keluarganya. "Keluarga pada dasarnya tidak masalah dan cukup menghormati keputusan yang saya ambil," katanya.

"Saya tidak begitu saja memutuskan masuk Islam. Semuanya terjadi dalam sebuah proses yang lumayan lama. Awalnya, saya ingin tahu, kemudian belajar hingga akhirnya benar-benar memutuskan jadi seorang muslim," ungkap Abanda.

Keputusan Abanda memeluk Islam memang tidak seperti sejumlah pemain asing lain yang juga memutuskan masuk Islam. Sebab, Abanda tertarik dengan ajaran Islam. "Saya tergugah dengan cara ibadah seorang muslim," katanya.

"Saya juga tergugah dengan sejumlah ajaran Islam lainnya yang sangat menekankan bahwa semua manusia itu sama kedudukannya di hadapan Tuhan," tambahnya.[wikipedia/vivanews]

1 komentar:

rehat-sejenak said...

Subhanallah, tetap semangat ya herman

Post a Comment