Berawal dari Buku Harun Yahya dan Rasa ingin Tahu Akhirnya Ia Memilih Jadi Muslim


Terlepas dari banyaknya kontroversi terkait sosok Harun Yahya dengan karya-karyanya, namun beberapa karya Harun Yahya telah membuat banyak orang tersadar dan mulai mengkaji Islam, sebut lah salah satunya Ron Mastro yang mulai tertarik Islam setelah membaca salah satu buku karya Harun Yahya.
Dan berikut kisah perjalanan Ron Mastro menemukan Islam:
Nama saya Ron Mastro, dan saya ingin memberitahu Anda hari ini bagaimana saya tertarik mengkaji dan masuk Islam setelah membaca karya Harun Yahya.

Ketika saya masih kecil, saya dibesarkan sebagai seorang Kristen di Amerika Serikat. Saya pergi ke gereja setiap hari Minggu dan saya pergi ke Sekolah Minggu, sama seperti anak-anak Amerika lainnya lakukan. Tapi pada saat saya berusia sepuluh atau sebelas tahun, saya berhenti pergi ke gereja, karena saya tidak bisa menemukan jawaban yang saya cari, dan hal itu membuat saya sedih, belum penjelasan yang saya terima dari gereja belum bisa memuaskan saya.
Di masa remaja saya, saya telah meninggalkan semua agama secara bersama-sama. Meskipun begitu, saya tidak pernah melakukan sesuatu yang "buruk," tapi saya melupakan Tuhan, sya lupa bahwa Tuhan itu ada dan Tuhan mengasihi seluruh umat manusia.
Di awal usia tiga puluhan, saya pindah ke ibukota Praha di Republik Ceko, kota yang indah penuh dengan arsitektur yang menakjubkan dan banyak hal yang menyenangkan.
Suatu hari, ketika saya dalam perjalanan pulang, saya berhenti di stasiun kereta, dan di stasiun kereta ada toko buku kecil. Saya menemukan satu buku dalam bahasa Inggris berjudul "Matter: The Other Name for Illusion" karya Harun Yahya. Yang buku tersebut akhirnya saya beli.
Menemukan Islam
Saya membawa pulang buku dan mulai membacanya. Dan ketika saya membaca buku ini, saya menyadari bahwa banyak pertanyaan yang saya miliki di masa muda bisa terjawab. Apakah sifat realitas? Apakah kebenaran itu? Ini adalah pertanyaan yang tidak bisa dijawab bagi saya di tahun-tahun saya sewaktu masih muda.
Singkat cerita, semakin saya mendalami buku-buku yang saya baca membuat banyak hal yang mulai masuk akal bagi saya. Saya mulai mengerti dan memahami hal-hal di tingkat yang jauh lebih tinggi daripada sebelumnya.
Karena rasa ingin tahu dengan Islam membuat saya berhasil memperoleh kitab suci Al-Quran. Jadi, saya mulai membaca Al-Quran (terjemah, tentunya) dari surah pertama. Dan saat saya selesai membacanya, beberapa hari kemudian, dalam hati saya saya menyadari bahwa saya telah berurusan dengan kebenaran. Alhamdulillah.
Saya menyadari bahwa Al Qur'an benar-benar firman Allah yang diwahyukan melalui Nabi Muhammad, saw. Ini menjawab begitu banyak pertanyaan yang saya punya; pertanyaan tentang Yesus, pertanyaan tentang Musa, Daniel, Yehezkiel dan banyak dari nabi besar Allah yang lain, damai sejahtera atas mereka semua.
Dan saya mulai menyadari secara perlahan dengan bertahap sehingga terbuka hati saya bahwa jalan Islam adalah jalan yang benar untuk mengenal Allah, dan Islam adalah agama yang benar untuk umat manusia.
Hari ini saya sekarang tinggal di Jerman, saya memiliki pekerjaan yang baik, saya sangat senang dengan apa yang saya miliki, saya sangat senang dengan apa yang saya lakukan. Saya melakukan shalat setiap hari, dan saya tahu bahkan jika saya telah melakukan hal-hal buruk di masa lalu, Allah akan mengampuni saya karena dosa saya.
Sesungguhnya, Islam adalah agama untuk seluruh umat manusia, dan benar-benar Islam semuanya dari Allah, Alhamdulillah.(fq/oi/eramuslim)

1 komentar:

Kebohongan Teori Evolusi, Fakta Penciptaan said...

Tidak Benar bhw Harun Yahya mengklaim diri sebagai Imam Mahdi

Telah beredar berita di internet sejak bbrapa tahun lalu bhw Harun Yahya mengklaim diri sebagai Imam Mahdi, benarkah?

Ini tanggapan Harun Yahya langsung sebagaimana dimuat di:

1). Youtube saat menjawab pertanyaan Dr. Zakir Naik:
http://www.youtube.com/watch?v=FKCi8cNbCHY

2). Situs resminya www.harunyahya.com pada kolom FAQ (Frequently Asked Question):

http://www.harunyahya.com/bilgi/faq

Berikut terjemahannya:

PERTANYAAN: Ciri-ciri Mahdi sangat cocok dengan Anda, Anda tampaknya mengisyaratkan pada diri sendiri, tidakkah hal itu bertentangan dengan agama?

JAWABAN HARUN YAHYA: Orang boleh curiga atau menduga dengan penuh harap bahwa saya adalah Mahdi tersebut berdasarkan ciri-ciri jasmani saya. Ketika kita melihat gambaran fisik Imam Mahdi (as) dalam hadits memang ada kemiripan yang sangat dekat. Wajah saya dan ciri-ciri tubuh saya mirip, memang benar, sangat mirip dengan gambaran tersebut. Saya seorang yang jujur, dan saya mengatakan saya memiliki kemiripan dekat. Tapi bukan berarti saya harus menyatakan diri sebagai Mahdi. Menurut Al-Qur'an, seorang Muslim tidak bisa mengatakan dia adalah Mahdi. Adalah haram membuat klaim seperti itu karena seseorang mungkin masuk surga atau neraka. Jika seseorang mengatakan dia adalah Mahdi, [berarti] dia mengaku ditakdirkan masuk surga. Wahyu diperlukan bagi seseorang untuk mengklaim sebagai Mahdi. Dan karena, menurut Al-Qur'an, tidak ada kitab suci baru atau nabi baru dengan sebuah kitab suci yang akan muncul, adalah mustahil bagi saya untuk membuat klaim seperti itu.
Klaim semacam itu berarti orang yang membuat klaim [sebagai Mahdi] tersebut itu telah keluar dari agama dan bukan lagi seorang Muslim. Tapi tentu saja, semua umat Islam berharap menjadi seorang Mahdi. Menjadi Mahdi adalah berkah yang besar. Seorang Muslim akan ingin menjadi seorang waliyullah dan masuk surga. Tapi dia tidak bisa mengklaim dirinya sebagai Mahdi.

Saya bukanlah Imam Mahdi dan tidak mengklaim sebagai seorang Mahdi. Saya tidak akan pernah membuat klaim seperti itu. Saya telah bersumpah dengan nama Allah tidak pernah membuat klaim seperti itu selama saya hidup. Tapi saya secara terbuka menyatakan bahwa Imam Mahdi (as) telah muncul. Pernyataan Badiuzzaman Said Nursi mengenai masalah ini, hadits-hadits Nabi (SAW) kita dan petunjuk dalam Alquran semua membuatnya sangat jelas bahwa Imam Mahdi telah datang.

Post a Comment