Penulis Blog Anti Islam Digelandang Kepenjara


Seorang pembuat blog asal Dunstable telah ditangkap namun setelah itu dibebaskan dengan jaminan, karena dengan sengaja memicu kebencian antar ras.

Paul Ray, yang menggunakan nama samaran Lionheart, dalam sebuah catatan harian provokatif di dunia maya, ditahan pada dua minggu yang lalu sekembalinya dari South Carolina, Amerika Serikat, dimana dia mencari suaka politik.

Dia sebelumnya sudah mendapatkan peringatan dari kepolisian Bedfordshire melalui email, pada tanggal 3 Januari lalu, bahwa dia akan ditangkap jika kembali ke Inggris.

Bulan lalu dia datang ke kantor polisi Greyfiars di Bedford, sempat ditahan, kemudian dibebaskan dengan jaminan dan diminta untuk kembali pada bulan Mei untuk ditetapkan bebas atau justru dikenakan tuntutan hukum.

Dia menulis dalam blognya mengenai pendapatnya tentang perdagangan heroin, fundamentalis Islam, dan dugaan korupsi polisi.

Ray, yang dulunya tinggal di sebuah apartemen di Great Northern Road dan sebuah toko komputer di Albion Street, mengklaim bahwa dirinya menerima ancaman pembunuhan.

Dia mengatakan kepada Luton/Dunstable pada hari Minggu: “Saya merasa bahwa saya akan baik-baik saja jika saya pulang. Maka, saya menyerahkan diri ke kantor polisi Bedford.

“Saya ditahan atas dugaan menyulut kebencian rasial. Para polisi menginterogasi saya mengenai bagian-bagian dalam blog saya. Dibandingkan dengan apa yang sudah terjadi di luar sana, saya belum melakukan banyak hal.”

“Saya seorang Kristen - itulah pembelaan saya.”

“Menurut keyakinan saya, hak dan kewajiban saya untuk mengatakan hal-hal yang mungkin membuat orang lain merasa tidak senang, yang mungkin melukai perasaan.”

“Blog saya adalah sebuah jawaban dari apa yang tengah terjadi. Saya bukannya menyulut api permusuhan.”

“Ada beberapa orang Muslim yang meminta pengikutnya untuk mengambilalih kekuasaan, membuka perekrutan jihad dan menggalang dana.”

“Saya telah menulis beberapa kata dalam sebuah blog.” Juru bicara wanita Kepolisian Bedfordshire mengatakan: “Saya bisa menegaskan bahwa seseorang yang dulu pernah ditahan atas dugaan memantik kebencian rasial dan sudah dibebaskan kembali dengan membayar jaminan, telah kembali kemari pada bulan Mei.”

“Dia belum dikenakan tuduhan, namun dia dengan sukarela menyerahkan dirinya.” (dn/lde)

sumber: suaramedia.com

0 komentar:

Post a Comment