Pembinaan Mualaf Perlu Pahami Psikologis Dan Siap Berkorban Waktu

0
Pembinaan mualaf yang kurang optimal ditenggarai akibat perhatian umat Islam yang kurang, selain itu juga disebabkan minimnya inovasi atau pembaruan teknik dalam berdakwah dikalangan pembina.“Kalau kita lihat., sangat sedikit masjid dan ormas Islam yang peduli dengan para mualaf terutama dalam aspek pembinaannya," Papar pendiri Pesantren Pembinaan Muallaf Annaba Center, Syamsul Arifin Nababan, Sebagaimana yang dilansir Republika Online

Minimnya inovasi itu juga tidak terlepas dari kurangnya sumber daya manusia yang mumpuni untuk membangun fondasi keimanan yang dibutuhkan para mualaf. Karena itu, lanjut Syamsul sudah menjadi kewajiban bagi umat Islam untuk terus menyisihkan waktu dan pikiran untuk membuat semacam gebrakan dalam pembinaan mualaf di tanah air. "Pada dasarnya, masjid ataupun ormas Islam tidak tahu teknik-teknik cara pembinaan mualaf,”

Arnoud Van Doorn Rekan Geert Wilder Pembuat Film Fitna Akhirnya Masuk Islam

8
Cerita tentang Arnoud Van Doorn Masuk Islam memang sudah hampir dua bulan ini terjadi, yaitu tepatnya pada tanggal 27 Februari 2013 yang lalu. Secara mengejutkan ia membuat twett yang menyatakan ia memeluk Islam dan memulai kehidupan baru sebagai seorang Muslim.
Seuntai tweet mengguncang Belanda.  anggota Dewan Kota Hague. Sosok politisi yang memiliki ibu kelahiran Surabaya itu, memposting tweet dua kalimat syahadat, dan  pada 18 Maret lalu ia kembali posting di akun twitternya kalau tanggal tersebut ia merayakan milad pertamanya sebagai muslim


Bek Persib, Abanda Herman Akhirnya Jadikan Islam sebagai Agamanya

1 komentar
 Abanda Herman yang bergabung ke Persija pada Desember 2005 memang salah satu pemain yang loyal berbaju tim Macan Kemayoran (julukan untuk Persija). Meskipun sempat bermasalah pada saat proses transfernya dari Persatuan Sepakbola Makassar ke Persija, namun akhirnya semua masalah itu pun bisa diatasi dengan bantuan mediasi dari BLI dan PSSI.

Abanda Herman merupakan Defender yang kokoh dan sangat diandalkan bagi Persija pada Liga Super Indonesia, dengan duet bersama Baihakki Khaizan pemain asal Singapura maupun dengan pemain lokal seperti Leonard Tupamahu. Ia juga salah satu Defender yang bisa diandalkan dalam mencetak gol lewat sundulan kepalanya dan sering membuahkan gol lewat service Free Kick maupun Corner Kick.

Dibalik Penjara Tomy Wijaya Mendapatkan Hidayah

0
Kisah tahanan Polsek Beji, Depok, ini cukup menarik. Tomi Wijaya (23), adalah tersangka pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan hukuman maksimal lima tahun penjara. Saat ini, dia masih menunggu sidang perdananya karena berkas kasusnya masih dalam proses.

Sebelum sidang, dia mendapat hidayah dan memeluk agama Islam. Dia pun menyadari diri untuk mengkhitankan dirinya. "Saya siap bertobat menjadi manusia baru kembali. Saya jalani ini semua dengan ikhlas tanpa ada paksaan sama sekali," kata Tomi, di Depok, Senin (18/2/2013).

Keputusan Tomi untuk meninggalkan agamanya dan masuk Islam bukan tidak berdasar. Dia mengaku, aksi pertobatan itu berani dilakukan lantaran mendapatkan petunjuk dari sang pencipta melalui mimpi. Dalam mimpi itu, Tomi mengaku didatangi dua pria berjubah putih. Kedua pria itu pun memintanya untuk meninggalkan kisah kelam dan kembali kejalan yang benar.

"Saat kedua pria itu datang langsung mengucapkan assalamualaikum sama saya. Saya sendiri tidak kenal, semua anjuran yang dikatakan itu saya ikuti," cerita pria yang di penjara karena mencuri telepon genggam itu.

Inilah Video Lengkap Anak 5 Tahun dari Keluarga Katholik Islamkan Ribuan Orang

1 komentar
Sharifuddin Khalifa boleh dibilang anak ajaib.  Anak yang terlahir di Tanzania, Afrika Timur berasal dari keluarga Katholik. Namun, pada usia 1,5 tahun, Khalifa sudah hafal 30 juz Alquran dan shalat lima kali sehari.

Subhanallah, ia mampu menghafal Alquran tanpa ada orang yang mengajarinya. Awalnya, kedua orangtua Khalifa mengira anaknya dikuasai setan. Namun, tetangganya yang Muslim memahami apa yang diucapkan anak ajaib itu. Akhirnya, kedua orangtuanya menyadari bahwa putranya adalah tanda kebesaran Sang Khalik. Kedua orangtuanya pun memeluk Islam.

Heather Matthews :"Islam mengajarkan pada saya tentang kesejatian cinta, bukan hasrat palsu dan nafsu

0
Kebahagiaan sejati dan menemukan ketenangan hidup, adalah tujuan sejati manusia. Ia bisa ditemukan dengan beragam cara, misalnya berbuat kebaikan untuk sesama, pergi ke tempat sunyi untuk berkontemplasi, atau mendalami ajaran agama.

Salah satunya dialami Heather Matthews (27), penampilannya berubah drastis, perempuan "gila pesta" dengan penampilan super-minim  kini berhijab atau mengenakan jilbab setelah memeluk agama Islam. Baginya Islam mengenalkannya pada kesejatian cinta dan kebahagiaan, yang tidak ia jumpai di gaya hidup lamanya.

Matthews, ibu dua anak itu, masuk Islam empat minggu lalu, dua bulan setelah pulang dari liburan di Ibiza. Ia kini bahkan mengatakan, foto-foto liburannya di Ibiza, tanpa jilbab, adalah sebuah bukti kekeliruan bagaimana dunia Barat mendefinisikan kecantikan.

Emma Clark Arsitek yang juga Keturunan Perdana Menteri Inggris Jatuh hati kepada islam

0
Mungkin dengan mudah kita banyak menjumpai para ahli arsitektur taman. Namun, tidak demikian dengan mereka yang mengkhususkan diri pada rancangan taman berkonsep Islam. Emma Clark merupakan salah satunya. Di tanah kelahirannya, Inggris, perempuan paruh baya ini memang dikenal luas sebagai seorang arsitek spesialis taman bernuansa Islam.
Emma adalah seorang muslimah Inggris yang memeluk agama Allah bukan dari jalur keturunan dan keluarga. Ia baru memeluk Islam tujuh tahun lalu, tepatnya pada pertengahan Februari 2004 silam. Emmas lahir dan tumbuh di tengah-tengah keluarga pemeluk Kristen Protestan yang terbilang taat.
Kabar mengenai kepindahan Emma menjadi seorang pemeluk Islam sempat menghiasi pemberitaan di berbagai media di Inggris. Maklum saja, karena keluarga besar Emma termasuk salah satu keluarga terpandang di negeri Ratu Elizabeth II ini. Kakek buyut Emma, Herbert Henry Asquith, pernah menjabat sebagai perdana menteri Inggris periode 1908 hingga 1916. Sang kakek buyut juga dikenal sebagai tokoh yang ikut melibatkan Inggris dalam Perang Dunia (PD) pertama.

Nourdeen Wildeman: Islam Agama Rasional

0
Nourdeen Wildeman, 26 tahun, adalah warga Belanda yang “resmi” masuk Islam pada 9 Desember 2007. Meskipun baru menjadi mualaf, ia telah aktif dalam dakwah Islam. Saat ini, ia sedang mempersiapkan peluncuran program dakwah yang sedang berlangsung dengan tema, “Temukan masjid yang menyajikan terbaik buat Anda.”
Program tersebut bertujuan untuk mendata profil masjid-masjid di Belanda. Lewat program ini, diharapkan setiap Muslim dapat mengetahui segala hal tentang masjid; semua informasi yang berkenaan dengan setiap masjid.

Program ini menyajikan secara lengkap profil setiap masjid, seperti latar belakang etnisnya, alamat, kode pos, nomor telepon, alamat e-mail, gambar masjid, bahasa yang digunakan dalam khotbah Jumat, toko buku, kapasitas muat masjid untuk laki-laki dan perempuan, ketersediaan kamar mandi dan tempat wudlu baik untuk laki-laki atau perempuan, dan tak ketinggalan beberapa kondisi umum, seperti bangunan tua, tidak ada parkir, pelajaran khusus, kelengkapan, dan juga jadwal shalat sesuai dengan lokasi tertentu.




Awal Mengenal Islam

Nourdeen mengaku tidak tahu kapan persisnya ia benar-benar menjadi seorang Muslim. Perkenalannya dengan Islam dimulai empat atau lima tahun sebelum ia resmi mengucapakan dua kalimat syahadat. Semua dimulai dari keingintahuannya tentang Islam yang waktu itu sedang hangat-hangatnya dibicarakan di media Eropa, pasca tragedi 11 September.
“Buku pertama yang saya baca tentang Islam sangat akademis dan sangat sulit dipahami. Karenanya saya memutuskan untuk mencari buku lain agar saya dapat lebih mudah memahami Islam, dan saya tetap membaca dan lebih banyak lagi,” kenang Nourdeen.
“Setelah membaca banyak buku, saya menemukan bahwa Islam tidak seperti anggapan saya selama ini. Justru banyak ajaran Islam yang sesuai dengan apa yang saya percayai secara natural,” tambahnya.
Menurut Nourdeen, Sebagian besar pencitraan media terhadap Islam sepenuhnya salah. Anggapan media Barat bahwa Islam adalah agama penindas hak perempuan merupakan kekeliruan besar. Islam juga bukan agama kekerasan dan teroris. Baginya, Islam bukan hanya agama damai namun juga agama yang menghormati akal.
“Saya menemukan Islam sebagai agama yang sangat rasional. Agama yang mendukung ilmu pengetahuan. Ia mendorong manusia untuk memahami dan menafakkuri segala sesuatu di sekitarnya. Sebuah agama yang mengajak umatnya untuk berfikir kritis,” paparnya.
“Sebelum mendalami Islam, saya selalu berpikir bahwa menjadi seorang atheist mungkin lebih mudah dan enak, saya bisa bebas melakukan apa pun yang saya inginkan, namun hati kecil saya selalu mengkritik gaya hidup seperti itu, dan akhirnya saya mencapai kesadaran tentang Tuhan. Inilah kebenaran yang saya rasakan dalam Alquran dan hadis,” akunya.
Respons Keluarga dan Lingkungan
Nourdeen lahir dan besar dalam keluarga dengan multikepercayaan, ayahnya seorang atheist, sementara ibunya penganut agamanya Kristen Protestan. Keputusannya untuk menjadi mualaf tidak mendapat penentangan yang berarti dari keluarganya.
Keinginan Nourdeen untuk menjadi Muslim memang tidak langsung ia ceritakan kepada kedua orangtuanya. Nourdeen hanya beruhasa memancing reaksi mereka dengan bertanya kepada mereka jika ia beralih ke agama lain seperti Islam, mereka menyatakan bahwa itu adalah pilihan hidupmu, selama tidak mengganggu siapa pun, ia bebas menentukannya.
Meskipun begitu ibu Nourdeen sempat menasihatinya bahwa menjadi Kristen itu lebih mudah. Nourdeen pun menjawab, “saya tidak sedang mencari agama yang paling mudah, tetapi palaing benar.”
Berbeda dengan ibunya, ayahnya justru memberi dukungan penuh kepada keputusannya tersebut. “Saya sangat bahagiaakarena ayah bersedia mendampingi saya di saat saya mengucapkan dua kalimat syahadat, dan ini terekam oleh kamera video. Ia mendukung saya karena saya merupakan bagian dari dia, dan Islam akan menjadi bagian dari saya, maka dia akan menerima saya dengan keislaman saya,” papar Nourdeen.
Kebebasan yang diberikan keluarganya ini diakui Nourdeen sebagai anugrah besar. Karena menurutnya, tak sedikit teman-teman mualaf yang menghadapi masalah yang cukup serius akibat dari penentangan pihak keluarga.
“Kenyataannya, memang banyak dari mualaf yang menghadapi masalah keluarga ketika mereka menyatakan diri sebagai Muslim. Rata-rata yang mengahadapi problem seperti ini adalah perempuan,” ujarnya.
“Saya sangat menghormati perempuan di negara ini yang menjadi mualaf, karena kondisi yang mereka hadapi lebih sulit, belum lagi problem pakaian yang mereka kenakan. Bahkan ada yang diusir dari rumah mereka dan keluarga mereka tidak mau menerima mereka lagi. Karenanya, saya sangat beruntung, alhamdulillah, dengan keluarga saya.
Respons positif pun Nourdeen dapatkan dari atasan kerjanya. Setelah resmi menjadi Muslim, Nourdeen kemudian mengirim e-mail kepada atasannya untuk memberitahu atasanya tersebut bahwa ia telah menjadi seorang Muslim.
“Namun, alhamdulillah, saya tidak kena damprat. Justru saya mendapat bonus pada akhir tahun berdasarkan evaluasi kerja saya. Atasan saya mengatakan bahwa di samping saya memeliki kinerja yang baik, saya juga mampu membuat pilihan yang sulit ketika saya memilih menjadi seorang Muslim. Dia mengatakan bahwa saya memiliki keberanian untuk mengambil pilihan yang sulit di samping saya mampu bekerja dengan baik,” paparnya.
Mendalami Islam
Setelah resmi masuk Islam, Nourdeen masih terus bersemangat dalam mempelajari Islam. Ia juga sering berdiskusi dengan umat Islam yang lebih senior, namun kegemarannya melahap buku-buku Islam justu menjadikannya lebih banyak tahu tentang Islam dibanding mereka.
“Saya membaca buku karangan Tariq Ramadan berjudul In the Footsteps of the Prophet (Jejak-jejak Nabi). Buku ini banyak membantu saya sebagai Muslim Eropa karena ditulis dengan cara yang cocok bagi orang Barat. Metode Arab dalam penulisan cerita berbeda dengan metode Barat, tetapi Tariq Ramadan mampu menyampaikan pesannya dengan menggunakan pendekatan Barat,” ujar Nourdeen.
“Saat ini, saya juga mempelajari Alquran di Dar al-’Ilm di Belanda. Tempat ini menyediakan kajian Alquran secara menyeluruh dari A hingga Z berdasarkan Tafsir Ibnu Kathir,” imbuhnya.
Menanggapi perkembangan isu keislaman dan perbedaan kultur dan kondisi antara Barat dan Timur, Nourdeen mengatakan bahwa beberapa fatwa yang dikeluarkan di banyak negara-negara Muslim tidak dapat dilaksanakan secara keseluruhan di negara-negara Muslim minoritas. Beberapa modifikasi harus dilakukan agar sesuai dengan kondisi Barat.-taq[republika.co.id]

Kisah Hidayah yang Datang Melalui Nikmatnya Gerakan Sujud

0
Beberapa hari yang lalu seorang teman FB menandai Akun Fb penulis dengan kisah temannya yang mendapatkan Hidayah melalui Sujud, dan berikut ini postingannya




Saya masuk islam saat itu kuliah semester 5 tahun 2003 disitu saya blm punya pacar mas dan blm pernah pacaran sama sekali..:) [:)]

saat itu saya hanya ingin berdoa kpd Tuhan dgn cara bersujud (masih katolik)..g tau knp bersujud itu buat sy makna nya begitu besar...berarti ada hubungan kedekatan kita dgn sesuatu yg menciptakan kita. itu aja..akhirnya sy sering baca buku di gramedia buku2 islam..di situlah sy tertarik islam mas..


kemudian saya beli buku tuntunan sholat tanpa ada org yg tau sy dikamar sendiri belajar sholat dgn pakai sarung dan jaket.krn blm punya mukena.

lama2 orang tua tahu ttg saya..saya menyampaikan hati saya..dan berhadapan dgn kk saya...berbagai cara kk sy berusaha dgn firman Tuhan menyodorkan ke saya..tp g mempan...di situ sy dinilai imannya lagi jatuh kmdn sy diajak ke gereja utk pengakuan dosa dihadapan romo..sy mengikutinya....sediihh bener kalau ingat saat itu..sy menjalani 2 agama dlam 1 thn..maksudnya islam blm sah...tp sy tertarti sholat...ke gereja dan sholat sy lakukan bersama selama 1 th.

saat kuliah sy awalnya masuk KMK ( komunitas mahasiswa katolik) ..sy dekati teman senior di organisasi islam dan sy curhat sm beliau..kmdn di sarankan utk syahadat di kampus pd saat shalat tarawih.dan diberikan kelancaran...tp sblmnya saya sungkem sma bpk ibu minta restu..krn ibu selalu nangis liat iman sy...ke gereja dan sholat..kmdn setelah 1 th bpk ibu mengijinkan saya islam dgn nasehat jgn islam KTP.kmdn ibu mendatangkan guru ngaji privat bt saya belajar iqro dll..

namun kk sy dimana kk ipar juga tanggapannya kurang bagus...namun bt sy g masalah yg pntg ortu sy...dan alhamdulilah jodoh sy islam juga..sy lepas dari keluarga dan berumah tangga memisahkan diri mengikuti tugas suami....jd hub.sm kk lebih baik setelah kita agak jauh.

dan alhamdulilah skrg sy bisa menentukan hidup saya..apalagi sy memutuskan berjilbab..kk tidak peduli krn sy udah pnya suami.sudah urusannya masing2.demikian mas..dan sy meski belajar islam dan mencari tahu hingga sekarang..dan dpt ilmu islam setelah masuk islam..o ya dulu waktu pindah harus di mesjid dan di saksikan min.2 org utk dpt sertifikat pindah agama islam...sy jalan sendiri krn g ada teman, saudara apalagi kekasih heheh..:) [:)] ..

alhamdulilah sy diberikan kemudahan Allah utk bersyahadat di mesjid A'syuhada yogya..

mohon doanya y mas...smg sy istiqomah dan anak keturunan sy mendpatkan cahaya islam...amin YRA.

wassalamualaikum wr.wb :) [:)]

Seperti yg dikisahkan seorang mualaf ke inboxku. tulisan itu sy copas sesuai aslinya. namanya aku rahasiakan.

QS.6:88. Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.

semoga bermanfaat bg kita semua.


========

Terungkapnya
Manfaat Sujud dalam Gerakan Shalat Bagi Kesehatan

Pada saat seseorang menjalankan shalat, terutama ketika melakukan sujud, ini adalah saat di mana seorang hamba mempunyai kedekatan yang luar biasa dengan Allah Swt. Kedekatan ini adalah kedekatan yang sangat personal; kedekatan antara orang mencintai dengan Dzat yang dicintainya. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika seseorang yang akan menghadapi peristiwa besar, dalam hal ini adalah proses persalinan, memanfaatkan ibadah shalat ini dengan sebaik-baiknya dalam rangka mendekatkan diri kepada-Nya.
Kepada siapa lagi kita menyembah jika tidak kepada-Nya; kepada siapa lagi kita memohon kalau tidak kepada-Nya. Dia-lah Allah Swt. Dzat Yang Maha Menciptakan langit dan bumi beserta seluruh isinya, termasuk menciptakan manusia dan memberikan segala hal yang berkaitan dengan kehidupannya. Maka, ketika kita menjalankan shalat adalah saat yang paling tepat untuk memasrahkan diri sepenuhnya kepada-Nya.


Pada akhir zaman ini, Allah SWT telah membuka rahasianya tentang manfaat semua perintahnya kepada manusia. Pada masa Rasulullah masih hidup semua sahabat selalu berkata kepada Rasul "Samina wa atona" SAYA DENGAR DAN SAYA PATUH, sehingga mereka benar-benar orang Shaleh.

Namun pada masa sekarang semua harus berdasarkan ilmiah, maka sebelum Allah datangkan kiamat, Allah tunjukkan kepada manusia manfaat besar dari semua perintahnya, salah satunya adalah Sujud dalam Shalat.

Di dalam otak manusia, terdapat urat saraf yang tidak di aliri oleh darah. Darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut sujud dalam shalat. Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar waktu shalat yang diwajibkan oleh Islam.

Pada saat sujud, pembuluh darah nadi balik, dikunci di pangkal paha, sehingga tekanan darah akan lebih banyak dialirkan kembali ke jantung dan dipompa ke kepala. Posisi sujud adalah cara yang maksimal untuk mengalirkan darah dan oksigen ke otak dan anggota tubuh ke kepala. Posisi sujud adalah teknik terbaik untuk membongkar sumbatan pembuluh darah jantung sehingga mencegah penyakit jantung koroner, juga membuat pembuluh darah halus di otak mendapat tekanan lebih, sehingga bisa mencegah stroke.

Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa Mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma'ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir.

Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

sujud yang tumaninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.

Berikut manfaat lain dari Sujud dalam Shalat:
  • memperbaiki posisi pinggang.
  • memperbaiki posisi bayi dalam rahim.
  • melegakan sakit hernia.
  • mengurangi sakit saat haid.
  • melegakan paru-paru daripada ketegangan.
  • mengurangi rasa sakit pada penderita apendiks atau limpa.
  • kedudukan sujud adalah paling baik untuk mengistirahatkan dan mengimbangkan bagian belakang tubuh.
  • meringankan bagian pelvis.
  • memberi dorongan supaya mudah tidur.
  • pergerakan otot lebih kuat dan elastis,secara otomatis memastikan kelancaran perjalanan.
  • bagi wanita, pergerakan otot itu menjadikan buah dadanya lebih baik,mudah berfungsi untuk menyusukan bayi dan terhindar daripada sakit buah dada.
  • mengurangi kegemukan.
  • pergerakan bagian otot memudahkan wanita bersalin, organ peranakan mudah kembali ke tempat asal serta terhindar sakit perut (convulsions) .
  • organ terpenting yaitu otak manusia menerima banyak darah dan oksigen.
  • Dari segi psikologi, sujud membuat kita merasa rendah diri dihadap Sang Maha Pencipta sekaligus mengikis sifat sombong, ria, takabur dan sebagainya, sehingga terhindar dari Stress.
  • Dari segi Kesehatan, Sujud yang lama akan menambah kekuatan aliran darah ke otak untuk mengobati pening kepala dan migrain, menyegarkan otak serta menajamkan kecerdasan sekali gus menguatkan mentality seseorang.
Tentunya gerakan sujud dan rukuk yang sesuai dengan contoh nabi yang bisa membantu kesehatan kita, bukan gerakan yang asal-asalan, terburu-buru, atau tidak sempurna bentuk rukuk dan sujudnya. Itupun harus didukung juga dengan gerakan shalat lainnya, seperti duduk diantara dua sujud, takbir, dan yang lainnya

Semoga bermanfaat

Sumber :www.muslim-menjawab.com

Muallaf Foundation adakan Muallaf Festival di Bali

0


Muallaf Foundation (MF) mengadakan Muallaf Festival dalam rangka milad MF ke-10 di Denpasar Bali, pada hari Ahad (10/6/2012) kemarin. Acara ini terdiri dari berbagai kegiatan seperti donor darah, bazar, hiburan dan pentas seni budaya, sarasehan lembaga-lembaga Islam dan Muallaf Bali serta penganugerahan Duta Muallaf.
MF sendiri didirikan pada tanggal 30 Mei 2002, dan merupakan lembaga yang khusus menangani para mualaf yang sekretariatnya berpusat di Denpasar, Bali.
Dalam sambutannya, Ketua MF Slamet Adi Priyatna menyampaikan bahwa MF memiliki visi untuk menjadi institusi terdepan dalam pengenalan Islam dan pembinaan mualaf di Indonesia. Dengan visi tersebut maka dibuatlah berbagai program kegiatan MF seperti Muallaf Care, Jiran (Kajian Rutin Bulanan), Muallaf Festival, Gemasya (Gema Ramadhan & Syawal), serta program kegiatan lainnya. Dan kini MF telah mempunyai anggota pembinaan lebih dari 100 orang.


Dalam Sarasehan, MF menghadirkan Ketua MUI Bali KH. M Taufik As'adi, Ketua Rumah Mualaf Indonesia (RUMI) Dr. Amir Faishol Fath, Sekjen Arimatea Diki Chandra, dan Saiful Islam Al Payage seorang ulama dan dai muda dari Papua yang dahulunya seorang mualaf.
Sarasehan ini juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Denpasar, Bali, H. Mudjiono.
Pada kesempatan tersebut, KH. M Taufik As'adi menuturkan bahwa MF dapat menjadi inisiator kegiatan yang bersifat sinergis dengan lembaga lain yang terkait dengan penanganan mualaf.
Selanjutnya, Ketua MUI Bali ini berpendapat bahwa advokasi juga diperlukan untuk para mualaf baru,karena adanya realitas bahwa kita berada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memiliki peraturan perundangan yang perlu dipahami bersama-sama.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Amir Faishol Fath menjelaskan bahwa pada dasarnya istilah mualaf itu terkait dengan istilah "ta'liful qulub" yang berarti ikatan hati. Oleh karena itu kita harus memenuhi kebutuhan dasar para mualaf baru. Itulah mengapa mualaf merupakan salah satu golongan yang berhak menerima zakat, sehingga kebutuhan dasar mereka segera terpenuhi dan hati mereka merasa terikat dengan Islam. Ketua RUMI ini juga menuturkan bahwa RUMI miliki 2 dimensi penting dalam misinya, yaitu dimensi ibadah ritual dan dimensi peradaban.
Dengan kedua dimensi tersebut, RUMI ingin membangun pemahaman yang komprehensif pada diri seorang mualaf sehingga mereka mengenal Islam secara komprehensif dan tidak parsial.
Sedangkan Diki Chandra mengusulkan agar lembaga yang menangani mualaf juga menyiapkan lembaga khusus yang menangani zakat khusus untuk mualaf.
Selanjutnya Saiful Islam Al-Payage yang dahulunya beragama Kristen Protestan berpesan kepada para mualaf yang baru tentang 3 hal, yaitu ilmu, amal, dan dakwah. Dai muda dari Papua ini meminta agar para mualaf memperdalam ilmu agama, memperbanyak amal, dan menunjukkan akhlak mulai sebagai bagian dari dakwah kepada para kerabat.
Muallaf Festival diakhiri dengan penganugerahan Duta Muallaf. Sedikitnya ada 8 orang yang terpilih sebagai Duta Muallaf yang akan disebar ke berbagai daerah di Bali. I Gusti Ayu Putu Ariani seorang perwakilan Duta Muallaf dalam testimoninya minta didoakan kepada para hadirin agar dia dapat mengislamkan keluarga dan kerabatnya.*

Hasil penelitian; Pertumbuhan Penduduk Muslim 2x lebih cepat dari penduduk Nonmuslim

0

Jumlah penduduk muslim dunia akan bertambah dua kali lebih cepat dibandingkan penduduk non muslim dalam 20 tahun ke depan, demikian sebuah penelitian yang juga memprediksi bahwa dalam satu generasi mendatang penduduk muslim dunia akan mencapai lebih dari seperempat total populasi dunia, Kamis.
Dengan menggunakan tingkat kelahiran, kematian dan migrasi penduduk, para peneliti pada Pew Forum on Religion and Public Life memproyeksikan bahwa tingkat pertumbuhan penduduk muslim dunia adalah 1,5 persen per tahun, sementara penduduk non muslim hanya tumbuh 0,7 persen per tahun.
Penelitian bertitel \”The Future of the Global Muslim Population\” ini memproyeksikan bahwa jumlah penduduk msulim pada 2030 akan mengambil 26,4 persen total populasi dunia yang diperkirakan akan mencapai sekitar 8,3 miliar jiwa.


Itu menandakan mengalami peningkatan 3 persen dari penduduk muslim saat ini yang mengambil porsi 23,4 persen dari total penduduk dunia yang sekarang mencapai 6,9 miliar.
Lebih dari enam dari setiap 10 pemeluk agama Islam tinggal di kawasan Asia Pasifik pada 2030, dan Pakistan yang bernuklir, yang beberapa bulan belakangan menjadi tempat bersemainya Islam radikal. Posisi Pakistan nantinya akan menggeser Indonesia sebagai penduduk muslim terbanyak di dunia.
Di Afrika, populasi penduduk muslim di Nigeria yang adaalah negara sub-sahara, akan melampaui jumlah penduduk muslim Mesir pada 20 tahun mendatang, demikian penelitian tersebut.
Di Eropa, Pew memprediksi bahwa jumlah penduduk msulim akan meningkat hampir sepertiga dari jumlah sekarang pada 20 tahun ke depan, dari 44,1 juta orang atau enam persen dari total penduduk Eropa pada 2010, menjadi 58,2 juta orang atau delapan persen dari total penduduk Eropa pada 2030.
Pada 2030 itu, sejumlah negara Uni Eropa akan mengalami naiknya jumlah penduduk muslim hingga mencapai dua digit prosentase dari total penduduk benua itu.
Jumlah penduduk muslim Belgia diproyeksikan meningkat dari enam persen menjadi 10,2 persen dari total penduduknya dalam 20 tahun mendatang, sementara penduduk muslim Prancis diperkirakan mencapai rekor 10,3 persen dari total penduduk pada 2030, atau naik dari porsi sekarang yang 7,5 persen dari total penduduk.
Di Swedia, Pew memprediksi bahwa kaum muslim akan mengambil hampir 10 persen dari total penduduk, padahal sekarang hanya 5 persen.
Penduduk muslim Inggris diprediksi naik dari 4,6 persen menjadi 8,2 persen pada 2030, sedangkan tahun itu juga penduduk muslim Austria akan mencaoai 9,3 persen dari total penduduk, padahal porsi saat ini adalah enam persen.
Russia, yang bukan anggota Uni Eropa, akan terus menjadi negara berpenduduk muslim di Eropa yang pada 2030 akan memiliki penduduk muslim sebanyak 18,6 juta orang atau 14,4 persen dari total penduduk negara terluas dunia itu.
Sementara di Amerika Serikat diproyeksikan akan memliki jumlah penduduk muslim yang lebih banyak di bandingkan negara-negara Eropa di luar Rusia dan Prancis. Namun proporsi penduduk muslim akan lebih kecil dibandingkan yang dimiliki negara-negara Eropa.
Jumlah penduduk muslim AS diperkirakan akan tumbuh dari tingkat sekarang yang kurang dari 1 persen menjadi 1,7 persen pada 2030. Proporsi ini membuat jumlah penduduk muslim akan sebanyak penduduk Yahudi atau penganut gereja Episkopal.
Pada 2030, demikian penelitian tersebut, jumlah penduduk muslim AS akan melonjak dari 2,6 juta jiwa pada 2010, menjadi 6,2 juta pada 2030. * [Answering]

Senyum Tulus Muslim Jadikan Mustafa Davis Muslim dalam Tiga Hari

0

Lima belas tahun lalu ,ketika Mustafa Davis tengah dalam perjalanan menuju kampusnya, ia berlari ke arah pria berwajah ramah. Si pria menunjuk ke arah kaus oblong yang ia kenakan dan berkata, "Penampilan bagus" lalu berdiri dan menjabat tangannya.

Saat itu Davis ingat betul mengenakan kostum kombinasi kaos dari Haile Selassie, celana jeans baggy yang sangat kedodoran, sepatu Puma, kaca mata hitam dan jacket pemain snowboard merek Session. Ia dulu adalah salah satu penganut serius aliran campuran hip-hop dan skater dari California Bay Area.


Bahagia karena mengenal kostum ala rasta yang dikenakan Davis, lelaki tadi berkata lagi, "Hei saya pikir saya mengenalmu, kita bertemu di sebuah tempat, Nama saya Whitney Canon (kini lelaki itu bernama Usama Canon). Ia merespon pula dengan hangat dan mereka terlibat dalam obrolan dan akhirnya saling menyadari bahwa mereka mengenal teman yang sama. "Pertemuan ini akan menjadi satu dari dua peristiwa acak paling penting dalam hidup saya," ujarnya.

Mustafa Davis dilahirkan dari keluarga Katholik dengan ayah Afrika-Amerika dan ibu Kaukasia. Orangtuanya bercerai ketika ia masih remaja. Suatu saat ia pernah tinggal bersama ayahnya yang meski miskin namun memiliki harga diri tinggi.

"Saya ingat ketika ayah tak memiliki uang untuk mempertahankan flatnya, kami pun harus hidup di luar. Saat tak mendapat jatah menginap di panti sosial kami terpaksa tidur di taman. Tapi ayah saya selalu bilang. 'Kita bukan gelandangan nak, maka kita tidak tidur sebagai gelandangan,'" tutur Mustafa menirukan ucapan ayahnya.

Ayah Davis tidur di bangku taman dalam posisi duduk. Sementara Davis kecil tak bisa tahan dan merebahkan diri, ayahnya tetap dalam posisi itu hingga pagi. Hingga suatu hari ayahnya menyatakan tak mampu lagi menanggung biaya hidup Davis dan menyerahkan kepada ibunya.

Tinggal bersama ibunya yang telah menikah dengan pria Kaukasia, meski dengan keuangan lebih baik, kehidupan Davis tak lantas mulus. Ia kerap cek-cok dengan ayah barunya. Tak tahan, ibunya pun memintanya pergi untuk tinggal bersama kakak tirinya.

Kakak tirinya ternyata memberi ultimatum, bila ia hanya mampu menampung Davis selama tiga hari. Bila Davis tidak bisa mendapatkan pekerjaan maka dalam tiga hari ia harus angkat kaki dari apartemennya. Selama tiga hari Davis berupaya mati-matian mencari pekerjaan. Tapi tak ada lowongan, hingga akhirnya masuk hari ketiga, karena putus asa ia bahkan mencoba bunuh diri.

Davis menenggak pil tidur di jalanan hingga sempat koma. Takdir berkata lain. Ia ditemukan kakak tirinya dan lalu dilarikan ke rumah sakit. Saat tersadar dan mengetahui bahwa ia masih hidup, kata pertama yang diucapkan Davis, "Crap, I failed" (Sial, saya gagal).

Satu konsekuensi yang harus dijalani pasien percobaan bunuh diri di Amerika adalah wajib lapor kepada petugas sosial dan mengikuti sesi terapi yang telah ditentukan. Saat itulah ia mulai berpikir lagi tentang agama.

Ketika itu, Usama Canon menjadi salah satu teman dan sosok terpenting dalam perjalanannya menuju Islam. Davis dan Canon bukan hanya kawan di luar. Mereka ternyata teman sekelas dalam pelajaran Bahasa Spanyol dan selalu duduk bersebelahan. Mereka akhirnya juga saling mengetahui bila kedua-duanya adalah seniman dan musisi.

Usama memiliki kode masuk ke ruang piano di aula musik. Mereka kerap menyelinap ke ruang itu untuk duduk dan bermain musik berjam-jam dan berdiskusi tentang spiritual. Davis dan Canon melakukan itu sepanjang semester.

Satu hari saat bersantap sushi di restoran Jepang dekat kampus, Davis mengaku pada Canon betapa ia lelah dengan hidupnya dan ingin kembali ke jalan yang lurus. Ketika itu Davis telah memiliki pekerjaan sebagai pelayan restoran di malam hari dan hidup sendiri di San Jose.

Davis merasa menanggung beban kejahatan masa lalu yang akan diam-diam dapat muncul dan menyergapnya, membuatnya terpuruk dari waktu ke waktu. "Jadi saat itu solusi nyata yang saya yakini untuk menghadapi masalah semacam ini adalah menjadi religius dan kembali ke gereja," tuturnya.

Ia berkata pada Usama tengah mempertimbangkan kembali ke Katholik demi membuat hidupnya kembali tertib. Usama tiba-tiba bertanya apakah Davis pernah berpikir mengenai Islam. "Saya bilang kepadanya bahwa saya tak berpikir itu karena saya merasa bahwa itu adalah agama Arab atau gerakan separatis kulit hitam," tuturnya.

Citra Islam di AS juga identik dengan Nation of Islam, gerakan yang didirikan oleh Wallace Fard Muhammad. Namun Nation of Islam sangat kental dengan semangat rasisme kulit hitam yang akhirnya memunculkan stigma negatif. Almarhum Malcolm X dulu juga bergabung dalam Nation of Islam. Tapi setelah memahami ideologi gerakan tersebut dan kian tersadarkan dengan persamaan derajat saat beribadah haji ke Mekkah ia memutuskan keluar. Mantan petinju Muhammad Ali juga sosok yang selalu menjaga jarak dengan Nation of Islam.

Selain tak nyaman dengan Islam, Davis merasa selama ini Muslim yang pernah ia jumpai adalah hipokrit dan ia mengaku tak pernah melihat Muslim yang taat dan baik.

Canon bercerita tentang kakak lelakinya yang telah memeluk Islam setelah bergabung sesaat dengan Nation of Islam. Kakaknya berkata agama itu bukan hanya untuk Arab dan cuku universal (Saat bercerita itu Usama masih belum masuk Islam, ia masih menggunakan nama Withney). Kakak Usama, Anas Canon, kini tak lagi bersama Nation of Islam.

Canon bertanya kepada Davis apakah ia mengenal Rasul Muhammad dan Davis menjawab yang ia tahu hanyalah Elijah Muhammad (salah satu pemimpin utama di Nation of Islam) yang bahkan menurut Malcoml x, bukanlah nabi. Canon lantas menerangkan bahwa ada sosok berbeda juga bernama Muhammad, yakni berasal dari Arab dan seorang rasul. Ia menyarankan agar Davis mempelajarinya.

Pda titik itu, ia menghindar. "Itu yang biasa saya lakukan ketika seseorang berbincang blak-blakan kepada saya mengenai agama. Lagi pula 'Nabi Arab'? Saya tahu saat itu Islam bukan untuk saya." imbuhnya. Mereka mengakhiri obrolan dan Davis menuju ke tempat kerja. Saat itu adalah Rabu.

Malam seusai bekerja ia pergi ke toko buku untuk membeli Injil dan berjalan melewati bagian "Filosofi Timur" dan berhenti lalu melihat sebuah buku hijau dengan nama 'MUHAMMAD' ditulis sepenuhnya dengan huruf timbul dalam tinta emas. Ia berpikir sesaat dan lalu meraik buku itu dari rak.

Judul sampul berbunyi, "MUHAMMAD-Sejarah Hidup Berdasar dari Sumber-Sumber Terdahulu" oleh Martin LIngs. Frasa 'sumber-sumber terdahulu' mengggugah rasa penasaran Davis meski ia di sana untuk membeli Injil. Saat itu Davis telah sadar dengan debat teologi mengenai sejumlah kesalahan dalam Injil yang juga cukup menggangunya.

"Jadi saya pun membuka buku itu dan mencoba membacanya. Namun nama-nama Arab sungguh sulit saya eja jadi saya mesti berjuang meski untuk memahami beberapa kalimat," ungkapnya. Empat atau lima kalimat yang dibaca Davis menyebut Al Qur'an beberapa kali. "Tapi saat itu nama-nama Arab yang solid kiat meneguhkan realitas yang saya terima bahwa Islam adalah agama Arab dan bukan sesuatu yang menggerakkan saya untuk menjadi bagian dari itu, saya pun letakkan buku itu kembali."

Ketika ia mulai berjalan meninggalkan hiruf-huruf emas "Muhammad", matanya menangkap lagi sebuah buku lain. Kali ini, ia matanya tertuju pada sebuah buku berjudul 'THE QUR'AN'. "Saya waktu itu hendak melewatinya namun teringat kata yang beberapa kali muncul dalam buku Martin Lings, jadi saya meraih buku itu dan mengambil dari rak.

Davis membuka secara acak dan terbuka begitu halam pertama Ayat Maryam. Ia membaca dari awal hingga akhir dan mengingat tubuhnya mulai merinding ketika ayat itu menerangkan dalam detil bagaimana kelahiran ajaib Rasul Isa Al Masih. "Saya sama sekali tak tahu bila Muslim juga mempercayai kelahiran ajaib Yesus tapi mereka tak meyakini ia sebagai anak Tuhan. Jujur sebagai seorang Kristen saya sendiri menganggap tak masuk akal Tuhan akan memiliki seorang anak."

Tanpa memahami mengapa, di dalam toko buku itu ia memegang satu salinan terjemahan Al Qur'an dengan meneteskan air mata. "Saya memutuskan membelinya sehingga saya bisa membaca lebih lanjut apa yang sebenarnya yang diyakini Muslim," tutur Davis. Dalam kondisi emosional saat itu, ia sepenuhnya lupa untuk membeli Injil dan lalu meninggalkan toko buku.

Keesokan paginya, Kamis, ia pergi ke kampus. Dalam perjalanan ke kelas ia melewati sebuah gelaran dagangan pinggir jalan dimana si empunya, pria Senegal menjual berbagai kerajinan, dompet dan boneka afrika. Ia sibuk melayani pembeli. Ketika ia melintas ia mengambil sebuah dompet begitu saja dan melihatnya.

"Khadim"
Si pembeli yang dilayani pria Senegal pergi, penjual itu beralih pada Davis dan tersenyum. Senyum itu belum pernah dijumpai Davis sebelumnya. "Satu-satunya penggambaran yang tepat adalah senyum itu dipenuhi cinta dan cahaya," tuturnya. Davis ingat betul kata-kata yang diucapkan pria Senegal itu. "Hello brother, how are you," (Halo saudara, apa kabar?) Davis menjawab, "Saya baik, terima kasih,"

Ia lalu melihat Davis lebih dekat sambil tetap tersenyum dan berkata, "Brother, apakah anda seorang Muslim?...anda seperti seorang Muslim." Davis luar biasa terkejut dengan pertanyaan dan asumsi itu karena tak ada seorang pun pernah membuat asumsi macam itu sebelumnya dan ia baru saja membeli Al Qur'an dan membacanya beberapa malam lalu. "Sebelum itu saya tak tahu apa pun tentang Islam," ungkap Davis.

Davis menjawab bahwa ia bukanlah Muslim namun ia baru saja membeli Al Qur'an malam lalu dan membaca sebagian. Dengan senyum kian lebar si pria Senegal itu mendekatinya dan memberinya pelukan dan berkata lagi dan lagi, "Oh saudaraku, ini sangat indah. Ini luar biasa saudaraku. Saya sangat bahagia untukmu saudaraku. Ini pertanda baik dari Allah saudaraku. Engkau telah membuatku sangat bahagia saudaraku."

Davis tak pernah bertemu dengan siapa pun yang begitu tulus. "Saya sangat terkejut saat ia memanggil saya saudara dan tersenyum, memeluk dna berkata ia sangat bahagia," tuturnya. Pria Senegal itu bernama Khadim.

Khadim berjalan kembali ke dagangannya dan bertanya apakah Davis bisa membantunya. Davis dengan enteng mengiyakan. Khadim berkata ia adalah Muslim sehingga harus shalat lima waktu sehari di waktu yang ditentukan dan saat itu telah masuk waktu shalat sehingga ia perlu pergi sesaat. Ia meminta tolong Davis untuk menjaga lapaknya dan barang-barangnya. Ia bahkan menunjukkan kotak uang dan bertanya apakah Davis bisa menjualkan barang-barang bila ia pergi sesaat, sehingga bila ada pembeli tertarik ia tak melewatkannya. Khadim memberi tahu harga-harga barang, setelah itu pergi.

Duduk di sana selama 30 menit menunggu Khadim, Davis bertanya-tanya, siapa pria ini. "Ia meninggalkan saya bersama uang tunai. Saya bisa saja membawa semua dan pergi, tak mungkin ia menangkap saya," ungkap Davis. Ia lantas mulai berpikir mengapa ia tak cemas dengan uangnya. Apakah itu, mengapa begitu penting hingga harus meninggalkan uang bersama seorang asing?

Davis juga berpikir mengenai ibadah lima kali yang begitu penting sehingga ia tak bisa meninggalkannya bahkan lebih memilih meninggalkan barang miliknya. Davis teringat lagi bahwa ia sedang menginginkan sesuatu yang penting sehingga ia bisa melupakan masalahnya.

Pria Senegal itu kembali dengan wajah penuh cahaya. Ia memeluk Davis lagi dan terus berkata, "Terima kasih brother, terima kasih banyak." "Saya seperti meledak. Saya bolos dua jam mata kuliah hanya agar bisa bersama denganya. Saya takut jika saya meninggalkan dirinya, saya tak bisa menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang ia bawa bersamanya.

Tak lama kemudia seorang pelajar Pakistan berjalan dan menyapanya dengan salam lalu beralih kepada Davis dan bertanya, "apakah kamu Muslim. Davis berkata, "Tidak, anda adalah orang kedua yang bertanya itu padasaya. Apa yang membuatmu bertanya itu?" Mahasiswa Pakista nitu menjawab, "Saya tidak tahu, anda terlihat seperti Muslim."

"Saya terhenyak lagi. Saya bilang padanya bahwa saya baru saja membaca Al Qur'an dan ia ternyata seperti Khadim, sangat bahagia. Ia malah bertanya apakah saya pernah ke masjid sebelumnya. Saya jawab tidak. Ia bertanya lagi apakah saya mau berkunjung ke salah satu masjid besok. Saya bilang ya, saat itu saya sudah begitu jauh sangat ingin tahu, dan kami pun bertukar nomor telepon.

Pada siang hari berikutnya, Jumat, mahasiswa Pakistan itu datang dan menjemput Davis. Mereka pergi ke rumahnya. Ibu si mahasiswa menyiapkan makan siang dan mereka duduk di lantai. "Saya tak pernah sebelumnya duduk di lantai untuk makan namun hal ini tak terasa asing bagi saya sama sekali," ungkap Davis. Setelah bersantap siang mereka berkendara menuju masjid (Asosiasi Komunitas Muslim/MCA) di Santa Clara, California.

Ketika ia berjalan ke masjid ada sekitar 40 pria berdri berbaris menunggu untuk meyapa Davis, mereka semua tersenyum dan menjabat tangan ketika ia berjalan. Mereka menyilahkan Davis duduk dan mereka pun melingkarinya.

Satu orang bertanya pada Davis apa yang ia tahu mengenai Islam. Ia pun mulai memaparkan kisahnya bagaimana ia pergi ke toko buku menjumpai dan membeli Al Qur'an dan seterusnya. Orang tersebut bertanya lagi apakah ia meyakini keberadaan Rasul Muhammad dan tanpa rasa berat Davis menjawab ya.

Ia ditanya lagi apakah Yesus adalah Tuhan ata anak Tuhan, lagi-lagi dengan tegas Davis menjawab tidak dan meyakini ia adalah nabi. Pria itu  lalu menjelaskan mengenai keberadaan malaikat, kitab-kitab berbeda, wahyu dan hari kiamat, lalu firman Allah. Setelah menerangkan itu, ia bertanya apakah Davis mempercayai itu. Davis kembali dengan tegas berkata ya.

Pria itu berkata, "Ini adalah yang diyakini seorang Muslim dan anda meyakini hal yang sama, apakah kamu kemudian akan mau menjadi Muslim?". Davis ingat ia pun menjawab pertanyaan itu dengan tegas, ringan tanpa beban, tanpa keengganan. Pria itu pun membantu Davis yang berjuang melafalkan syahadat dengan benar dan ia pun menjadi seorang Muslim tepat pada hari ke-17 bulan Ramadhan saat itu.

Davis pertama kali mendengar tentang Islam pada Rabu siang, membeli Al Qur'an pada Rabu malam, bertemu Khadim, si pria Senegal, pada Kamis yang kepadanya menunjukkan esensi sesungguhnya Islam, dengan perbuatan dan karakternya, lalu pergi ke masjid pada Jumat dan menjadi seorang Muslim.

Enam bulan setelah ia menjadi Muslim, ia bertemu lagi dengan Usama Canon yang terkejut dengan peralihannya. Ia pun memintanya menjelaskan Islam. Mereka pergi makan malam bersama dan berbincang mengenai agama. Hari berikutnya Davis giliran membawa Canon ke masjid dan ia mengucap syahadat lalu secara resmi menjadi Muslim. Ia adalah orang pertama yang memberi tahu Davis tentang Islam. "Saya seperti mendapat kehormatan membawanya ke masjid sehingga ia bisa menjadi Muslim," tutur Davis.

"Bukanlah teologi atau debat keagamaan yang membawa saya ke Islam. Itu adalah musik, budaya, teman yang saya percaya dan orang asing yang tersenyum kepada saya. Ironisnya, justru budaya Arab yang pertama kali membuat saya tak ingin mencari tahu tentang Islam," tutur Davis.

Setelah memeluk Islam, Davis malah menghabiskan waktu satu dekade meninggalkan budayanya--budaya yang justru menurut Davis telah mengarahkan ia pada Islam. Ia mulai mengadopsi budaya Arab sebagai budayanya.

Hingga suatu saat ia kembali ke akar budayanya sebagai seorang Amerika dan merekonsiliasi dengan statusnya sebagai Muslim. "Dalam cara yang sangat alami, cerminan alami karakter saya sendiri dan simbosis dengan keimanan saya sebagai Muslim."

"Saya menulis kisah ini hari karena lima belas tahun setelah itu saya berlari ke arah Khadim sementara Usama Canon dan saya sedang berjalan bersama keluarga. Itu adalah kesempatan besar bisa bertemu lagi, seperti dua kesempatan untuk bertemu Usama dan Khadim lima belas tahun lalu. Saya mengambil foto dengannya hari ini, foto pertama saya bersamanya karena saya ingin menunjukkan pada orang-orang, inilah wajah pria yang memenangkan hati saya karena senyumnya yang tulus dan pribadinya yang baik."

Catatan tambahan Davis

Istri saya telah mendengar kisah ini ratusan kali dan kemarin adalah pertama kali ia bertemu Khadim. Kami sedang keluar bersama Usama Canon dan keluarganya dan sepanjang pagi kami berbicara tentang Khadim serta pengaruh yang berikan kepada kehidupan kami berdua. Kami kecewa ketika pergi ke pasar loak dan ia tak berada di sana.

Ketika kami hendak meninggalkan area itu, Usama menunjuk dari kejauhan dan berkata, "lihat siapa yang barusan muncul." Cukup jelas, itu Khadim membawa dagangannya untuk dijual. Ketika mata kami beradu, kami bertatapan cukup lama dan ia memberi saya senyum yang dulu pernah menusuk hati saya dengan cahaya 15 tahun lalu. Saya berbalik ke istri saya dan berkata, 'itu dia senyumnya yang selalu saya ceritakan'. Ia tidak merespon...air matanya cukup memberi konfirmasi bahwa ia memahami betul apa yang saya maksud.

"Mustafa Davis & Khadim"




Sumber  :Republika

Keingintahuan telah merubah hidup Dokter Hadden sepenuhnya

2

Roger Hadden adalah seorang dokter gigi berasal dari Dungannon, Irlandia Utara. Ia membuka praktek dokter giginya di Inggris. Namun, ia telah lama tinggal di Skotlandia.

Hadden dibesarkan dari keluarga Kristen, dan ia adalah telah memutuskan menjadi Kristen sejak lahir. Meskipun dibesarkan dengan ajaran Alkitab, namun ia tidak terlalu mengikuti prinsip-prinsip yang diajarkan.

Hadden layaknya pemuda Inggris kebanyakan, sangat suka bersenang-senang tanpa mengenal batas. Ketika remaja ia mengaku tidak menjalankan agama apa pun, termasuk Kristen. “Saya selalu percaya bahwa Tuhan itu ada,” ujarnya.

Ia meyakini alam semesta ada penciptanya dan manusia tidak bisa menciptakan dirinya sendiri. Ketika terus berusaha berpikir tentang Tuhan dari waktu ke waktu, Hadden selalu terganjal dalam keyakinannya.

Ketika melanjutkan studi ke jenjang universitas, ia bertemu banyak Muslim. Pada saat itu ia dan teman-teman Muslimnya terus bergulat dalam diskusi yang membahas tentang keyakinan. Hadden sangat menikmati diskusi-diskusi tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu, Hadden ingin bersikeras memperdalam keagamaannya dan keyakinan Kristennya.
Ketika memasuki tahun terakhir kuliahnya di universitas, Roger Hadden membuat rencana untuk mereformasi keyakinannya dan menjadi seperti orang tuanya dulu; Kristen taat. Dan ia memutuskan untuk memulai memahami bacaan Alkitab.

Ia memulainya dengan memantapkan konsep Trinitas, yang selalu mengganggu pikirannya. Karena pada waktu itu pemahaman agama Kristennya masih awam, kadang ia cukup bingung untuk berdoa. “Apakah doa saya akan ditujukan kepada Tuhan Bapa atau Yesus,” ujarnya.

Hadden kemudian berbicara dengan beberapa pemuka agama Kristen, untuk mendapatkan penjelasan akan konsep Tritunggal. Namun, tak satu pun dari mereka yang dapat meyakinkan dirinya.

Ia kemudian memutuskan untuk terus membaca dan memahami Alkitab, dengan mencari kebenaran di dalamnya.
“Masalah Trinitas membingungkan saya. Karena mengapa semua Nabi dalam Perjanjian Lama berdoa kepada Tuhan dan melakukan tindakan benar berharap pengampunan Tuhan? Dan tidak ada yang berdoa kepada Yesus?” gusarnya.

Bahkan tidak disebutkan kata ‘Trinitas’ dalam Perjanjian Lama, dan sebagian pemuka Kristen bahkan berpendapat tidak ada dalam Perjanjian Baru. Hadden tahu, Tuhan tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang, jadi pasti ada yang salah dengan ini.

Hadden kemudian berbicara dengan teman-temannya di Universitas. Beberapa mereka beragama Sikh, Katolik, ateis, dan beberapa juga ada yang Muslim. Keingintahuan telah merubah hidup Hadden sepenuhnya, dan ia menemukan jawaban dari sahabat Muslimnya.

Dalam Islam diperintahkan menyembah satu Tuhan, yang tidak memiliki mitra atau partner dengan-Nya. “Saya sangat tertarik dengan konsep ini,” kata Hadden. Namun, Hadden terus membaca Alkitab dan membandingkan sumber-sumber Kristen dengan Alquran dan buku-buku Islam.

Ia menemukan bahwa Muslim percaya Tuhan mengirim pesan kepada umat manusia melalui para nabi yang berbeda sejak Adam, manusia pertama. Dan semua nabi itu hanya percaya pada satu Tuhan, Allah SWT. Dan Muslim juga percaya bahwa akan ada hari perhitungan di akhir dunia nanti, ketika semua orang akan dibangkitkan dan dihakimi.

“Saya menyadari bahwa inilah yang saya percaya. Dan apa saya pikir, seperti inilah Alkitab berkata pada saya,” kata dia. Hadden kemudian mendiskusikan hal-hal tersebut dengan kedua orang tuanya, namun mereka tidak terlalu terkesan.
Beberapa bulan memperoleh karunia dan hidayah Allah, Hadden memantapkan hati untuk menjadi seorang Muslim. Ia pun memutuskan memeluk Islam.

Ia meyakini keputusannya ini adalah langkah yang tepat. “Alhamdulillah, terima kasih Allah,” ujarnya.

Hadden kini mencoba menjadi Muslim sejati dan berusaha membantu orang lain. Hari-harinya diisi dengan ibadah, shalat lima waktu dan tadarus (membaca) Alquran. Teman-teman Hadden di universitas sempat terkejut dengan perubahannya, terutama sejawatnya di kedokteran gigi.

Orang tua Hadden pun marah besar, mereka percaya sang anak sudah dicuci otaknya. Ia ingat ketika pertama kali memberi tahu orang tuanya bahwa ia memilih menjadi seorang Muslim, mereka tidak terlalu terkesan.

Kedua orang tuanya mengatakan langkah Hadden itu adalah “tindakan yang dibenci agama”. Namun, itu tidak menyurutkan langkah sang dokter gigi untuk menjadi pengikut Rasulullah. Beberapa bulan kemudian ia memutuskan bersyahadat.

Walaupun sejak masuk universitas Hadden selalu berjauhan dengan orang tuanya, tetapi ia terus mencoba untuk mengunjungi mereka. Kini, ia merasa hubungan dengan orang tuanya telah membaik. Sebab, berlaku baik kepada mereka (orang tua) adalah perintah Allah dalam Alquran.

“Saat ini saya bekerja sebagai dokter gigi di Inggris. Dan telah menikah dengan seorang wanita Muslimah setahun yang lalu. Dan berkat karunia Allah, kami dianugerahi seorang anak bernama Ismael,” tuturnya.[kisahmualaf.com)

Sebentar lagi Gereja Katedral di Marseille berubah menjadi Masjid

1 komentar
Selama 150 tahun, Gereja Notre-Dame S de la Garde menghias pemandangan Marseille, Prancis. Gereja ini terletak di titik tertinggi kota yang menghadap sebuah pelabuhan tua. Tapi, tak lama lagi pemandangan akan berubah. Bangunan dan simbol yang berbeda akan mewujud. Di sana akan berdiri sebuah masjid agung.

Maka itu, sejumlah kalangan menyebutnya sebagai `Cathedral Mosque'. Sejumlah arsitek yang merancang bangunan masjid mengatakan, mereka meminjam inspirasi Taj Mahal. Kelak, masjid agung ini akan dilengkapi dengan kubah emas besar. Menaranya akan menjulang mencapai 24 meter.

Ruangan shalat dirancang cukup luas. Diperkirakan ruangan tersebut mampu menampung sekitar 7.000 jamaah dan akan menjadi masjid terbesar di Prancis. "Ini merupakan proyek yang lama tertunda," kata Yves Moraine, pemimpin partai berkuasa UMP seperti dikutip BBC belum lama ini.


Menurut pandangannya, lebih baik mendorong Islam yang terbuka. Membangun tempat ibadah yang terlihat banyak orang. Daripada memaksa Muslim menjadi komunitas bawah tanah. Di mana mereka menjalankan shalatnya di gudang-gudang bawah tanah. Berdirinya masjid di kota besar akan membantu mencegah ekstremisme.

Moraine menyatakan, masjid yang mudah diakses juga akan mencegah munculnya imam-imam masjid yang tak terlatih. Kemudian, mereka menyampaikan pandanganpandangan ekstrem kepada para pemuda. Tak heran dengan pertimbangan semacam itu, ia menyampaikan pendapat positif atas pembangunan masjid itu.

Ada sejumlah kalangan yang menyebut bahwa lokasi rencana pembangunan masjid itu tak strategis karena terlalu padat. Namun, Makhete Cisse dari Association of Mosques, organisasi yang menjalankan proyek itu, menyanggahnya. "Ini posisi sempurna dan kami dikelilingi oleh komunitas Muslim yang jumlahnya besar," katanya.

Cisse menjelaskan, nantinya bangunan masjid ini mempunyai luas lebih dari 8.361 meter persegi. Ini merupakan sebuah kompleks yang dilengkapi dengan sebuah perpustakaan dan restoran. "Kami memang membutuhkan tempat yang besar. Apalagi, masjid berada tak jauh dari pusat bisnis."

Dibutuhkan pula, dana besar untuk mendirikan bangunan masjid itu. Soal ini memicu sejumlah kontroversi sebab sebagian besar dari 25 juta dolar AS yang dibutuhkan, diperkirakan diperoleh dari luar negeri. Di antaranya, berasal dari Aljazair, Arab Saudi dan negaranegara Timur Tengah, dan Afrika Utara lainnya.

Sejumlah politisi lokal dari National Front menentang rencana pembangunan masjid tersebut. Mereka menyampaikan gugatan menghadang proyek tersebut. Bagi mereka, ini sama saja dengan persoalan cadar. Mereka mempertahankan nilai-nilai sekuler. "Kami tak mengundang Islam di sini," kata Stephane Ravier dari National Front.

Abdel Hakim Rahal, seorang warga Muslim, mengatakan, rencana pembangunan masjid di Marseille menjadi bukti upaya asimilasi Muslim ke dalam masyarakat di Marseille. "Kami membutuhkan tempat untuk bertemu dan menjalankan shalat. Kami telah lama menantikannya."

Oleh karena itu, Rahal sangat mensyukuri akan adanya sebuah masjid besar di Marsielle. Ia kemudian mengutip sebuah ungkapan dalam bahasa Prancis untuk menggambarkan penantian panjangnya itu, Mieux vaut tard que jamais, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.[Republika/BBC]

HIDAYAH ALLAH setelah menyaksikan dan mendengar ZIKIR

0
SEOUL - Acara bertajuk “Korea Berzikir” dilaksanakan di Lapangan Uijoengbu, Korea Selatan pada pukul 13.30 waktu setempat. Hadir pada acara tersebut ribuan kaum muslimin dari berbagai penjuru Korea, khususnya di bagian selatan. Mereka berdatangan menggunakan bis, kereta, sewa kendaraan, dan berjalan kaki. Event itu sekaligus menjadi ajang halal bihalal dan bazar kaum muslimin paska Idul Fitri 1432 H, yang juga berbarengan dengan Libur Resmi Hari Raya Warga Korea Selatan, Chuseok.



Hadir pada acara tersebut Dubes RI untuk Korea Selatan, Nicholas T Dammen beserta staf KBRI di Seoul. Ustadz Arifin Ilham menyampaikan tausiyah yang menyihir jamaah. Uraiannya tentang “taubat” yang menyentuh, membuat hampir semua yang hadir mencucurkan air mata dari awal hingga ditutupnya ceramah tersebut pada pukul 16 waktu setempat. Beliau menyampaikan bahwa sungguh besar pahala orang-orang yang ‘kuasa’ untuk berbuat dosa tapi enggan melakukannya karena takut terhadap kedudukan (maqam) Tuhannya dan mengharapkan balasan yang besar di akhirat kelak. Allah SWT membanggakan dan memuji orang-orang seperti demikian dihadapan para malaikat dan seluruh makhluk ciptaanNya. Sehingga surgapun merindukan untuk segera disinggahi orang-orang itu. Lima menit setelah acara berakhir, tiba-tiba seorang warga asli Korea memburu ke belakang panggung.

 Dengan bahasa korea, tahulah kemudian bahwa orang tersebut ingin menemui Ustadz Arifin Ilham untuk menyampaikan keinginannya mengikuti ajaran yang disampaikan dalam ceramah tersebut. In Ho namanya, usia sekitar 30 tahun. Ia mengaku tidak sengaja lewat lapangan tersebut dan bertanya-tanya pada salah seorang jamaah yang duduk di pinggir lapangan tentang apa yang sedang disampaikan ustadz Arifin Ilham. Kalimat demi kalimat diterjemahkan ke dalam bahasa Korea dengan diselingi beberapa pertanyaan In Ho kepada penerjemah dadakannya tersebut tentang Islam. Hingga akhirnya In Ho tersentuh fitrahnya. Mantap untuk masuk Islam. Agama yang baru dikenalnya di situ. In Ho kini bernama Muhammad Ilham. Nama pemberian yang langsung diberikan oleh Ustadz Arifin Ilham. Setelah berkali-kali dibimbing untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, akhirnya dengan izin Allah berhasil juga Muhammad Ilham mengucapkannya. Kalimat yang masih sangat asing bagi mulut dan lidahnya. Di depan ribuan jamaah yang urung bubar dengan peristiwa tersebut. Allahu Akbar. Terimakasih Ya Allah, Duhai Pemilik Hidayah. < Semoga Muhammad Ilham istiqamah hingga akhir hayatnya. Semoga Saudara-saudaranya kaum muslimin Korea lainnya membantunya untuk itu. Semoga pihak yang menjadi jalan keislamannya memperoleh pahalan kebaikan. Korea Selatan dan ribuan jamaah itu menjadi saksi. :: Laporan Wildhan Dewayana dari Seoul, Korea Selatan